Tampilkan postingan dengan label Perkembangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2015

Hakekat Perkembangan

Perkembangan merupakan serangkaian perubahan-perubahan progressif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Warmer(dalam Moks, Haditono, 2006) menyatakan bahwa perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali.
Perkembangan merupakan perubahan progressif dan berkesinambungan yang dialami individu dari sejak lahir hingga akhir hayatnya.

Dalam menjalani perkembangannya setiap individu dibatasi oleh prinsip-prinsip perkembangan yaitu antara lain:
  • Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti
  • Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
  • Perkembangan mengikuti pola
  • Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan
  • Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
  • Setiap individu yang normal akan mengalami fase perkembangan
  • Perkembangan ditentukan oleh kematangan


Fase Kematangan
fase kematangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu.



Perkembangan dan Proses Belajar


II. PERKEMBANGAN DAN PROSES BELAJAR


Belajar dapat didefenisikan sebagai proses menciptakan hubungan sesuatu yang sudah ada dengan sesuatu yang baru. Belajar menurut Bruner dalam Romberg (1999) ialah proses aktif siswa dalam mengkonstruk atau membangun pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya.  Sesuatu yang baru tersebut tidak hanya berupa pengetahuan akan tetapi dapat berupa keterampilan, sikap, kemauan, kebiasaan, maupun perbuatan atau perilaku.
Belajar berhubungan dengan perkembangan anak. Belajar tidak sama dengan kematangan. Namun kematangan distimulasi oleh faktor belajar dan sebaliknya belajar tidak efektif jika diberikan tidak sesuai dengan kematangan yang diperlukan untuk mempelajari sesuatu.


_______
Berbagai perubahan terjadi pada diri individu selama rentang kehidupannya, namun tidak semua perubahan disebabkan proses belajar, melainkan ada juga yang disebabkan kematangan. Proses belajar akan memberikan hasil yang optimum jika berlangsung dalam kondisi kematangan tertentu. Misalnya pada umumnya anak sudah mampu berjalan di usia 2 tahun karena kondisi motorik yang diperlukan anak untuk berjalan sudah matang pada usia tersebut. Namun anak tidak akan otomatis mampu membaca dan menulis pada usia 6 tahun jika tidak mempelajari cara membaca dan menulis, meskipun kematangan kognitif ini sudah tercapai di tahap tersebut.

Dalam proses perkembangan ada juga yang disebut masa peka yang memerlukan pengalaman belajar. Jika masa itu terlewatkan, maka kemampuan yang didukung masa peka tersebut akan terganggu pada usia selanjutnya. Misalnya, masa peka untuk perkembangan sensasi terhadap rentang jarak, tumbuh sekitar 3 tahun melalui aktifitas melompat dan berlari. Jika di usia tersebut anak tidak punya pengalaman mengasyikkan tentang aktifitas berlari dan melompat, anak hanya duduk bermain, maka kecenderungannya di usia dewasa akan sering mengalami masalah saat melompati sesuatu, menaiki tangga, mengatur jarak saat berkendara, dan lain sebagainya.


Selain melihat hubungan antara belajar dari pengalaman dengan perkembangan anak seperti contoh di atas, dapat pula kita lihat proses belajar pada institusi pendidikan, dimana pada sekolah maupun institusi pendidikan lainnya terdapat jenjang-jenjangnya. Misalnya dari Taman Kanak-kanak ke Sekolah Dasar, dari kelas 1 SD ke kelas 2 SD hingga ke kelas 6 SD, dari SD ke SMP, lalu dari SMP ke SMA/SMK, hingga dari SMA/ SMK ke Perguruan Tinggi. Jenjang-jenjang yang ada pada institusi pendidikan tersebut menunjukkan siswa / anak  berada pada satu tahapan perkembangan – mungkin perkembangan usia, kognitif, dsb.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa perkembangan dan belajar merupakan proses yang saling mendukung dalam kehidupan manusia. Proses perkembangan sendiri dalam diri individu pada hakikatnya menyatu, namun secara konsep ada ahli-ahli yang mengelompokkannya atas dimensi fisik, kognitif, bahasa, pribadi, sosial dan moral. Para ahli tersebut menekankan teorinya pada satu atau beberapa dimensi tertentu.


Teori Perkembangan Kognitif Piaget

I.     Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget

Jean Piaget (1896-1980), seorang psikolog berkebangsaan Swis, mengajukan sebuah teori penting mengenai perkembangan kognitif. Piaget's Theory menyatakan bahwa individu secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia. Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif berlangsung dalam urutan empat tahap perkembangan kognitif yang mengikuti usia anak. Dan setiaptahap yang terkait usia ini mengandung cara berfikir yang berbeda. Cara berfikir atau cara memahami dunia yang berbeda inilah yang membuat sebuah tahap lebih tinggi dibanding tahap yang lain-HANYA sekadar memiliki informasi yang lebih banyak tidak berarti membuat pemikiran seseorang lebih tinggi. Tahap perkembangan kognitif menurut Piaget:
  1. Tahap Sensorimotor (lahir-2 tahun)
  2. Tahap Praoperasional (2 tahun-7 tahun)
  3. Tahap Operasional Konkret (7 tahun-11 tahun)
  4. Tahap Operasional Formal (11 tahun-15tahun)


Jean_Piaget
Tahap Perkembangan Kognitif Piaget



Tahapan dalam teori Piaget dapat jelas kita pahami melalui keterangan yang ada dalam Tabel I., namun untuk lebih jelasnya simak ya penjelasannya dibawah ini.!

Tahap pertama yakni tahap sensori motor merupakan tahap perkembangan kognitif yang berlangsung sejak kita lahir hingga berusia 2 tahun. Cara kita memahami dunia masih berada di titik awal dimana di tahap ini bayi memahami sesuatu dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensoris/indrawi (seperti melihat dan mendengar) dengan gerakan atau tindakan fisik dan motorik. Di awal tahap ini bayi memperlihatkan gerakan yang berupa-sekadar refleks. Di akhir tahap bayi mengembangkan pola-pola sensorimotor dan mulai menggunakan simbol" tertentu. Pemahaman terhadap objek atau suatu benda yaitu object permanence, dimana bayi menganggap benda itu permanen masih tetap di tempatnya meski sudah tidak dapat dilihat, didengar, atau disentuh.

Tahap kedua yaitu tahap praoperasional yang berlangsung di usia 2 hingga 7 tahun. Tahap ini juga disebut tahap intuitif karena anak tampaknya merasa yakin terhadap pengetahuan dan pemahaman mereka tetapi tidak menyadari bagaimana mereka bisa mengetahui hal-hal yang mereka ketahui tersebut. Di tahap ini, anak-anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata, bayangan-bayangan, dan gambar-gambar. Namun di tahap ini anak belum dapat apa yang disebut operasi(operation) sehingga disebut tahap praoperasional.

Tahap ketiga ialah tahap operasional konkret yang berlangsung antara usia 7 hingga 11 tahun. Pada tahap ini anak sudah dapat melakukan operasi yang melibatkan objek-objek, berfikir secara logis-sejauh diterapkan dalam contoh-contoh yang spesifik da konkret. Jadi anak di usia ini sudah mampu berfikir secara logis asalkan objeknya berupa benda konkrit yang dapat dilihat atau disentuh, namun untuk hal-hal yang bersifat abstrak dan wujudnya tidak dilihat langsung anak pada tahap ini akan mengalami kesulitan untuk memahaminya.

Dan Tahap terakhir atau tahap keempat dalam teori ini ialah tahap operasional formal yang berlangsung dari usia 11 tahun hingga 15 tahun. Di tahap ini remaja (karena sudah masuk usia remaja) lebih bersifat abstrak, idealis, dan logis. Remaja dapat mengembangkan hipotesis untuk memecahkan masalah dan menarik kesimpulan secara sistematis.

TEORI PERKEMBANGAN



TEORI PERKEMBANGAN
Dalam postingan kali ini kita akan membahas sedikit masalah mengenai “Teori Perkembangan” yang merupakan bagian dari matakuliah Perkembangan Peserta Didik yang pernah saya pelajari di semester yang sudah lalu.

Bahasan mengenai Teori Perkembangan ini antara lain mengenai:
a. Teori Psikoanalisis
b. Teori Kognitif 
c. Teori Perilaku dan Kognitif Sosial 
d. Teori  Kontekstual Ekologis
dan ada juga bahasan mengenai Orientasi Teoretis Eklektik (pendekatan eklektik) di bagian terakhir. .

 

Dalam masing-masing teori tersebut terdapat hal-hal yang dianggap penting. Dalam teori Psikoseksual Freud, proses-proses biologis dan proses-proses emosional merupakan hal yang dianggap penting dalam melihat perkembangan.

Proses-proses emosional juga dianggap penting dalam teori Psikososial Erikson, teori Kontekstual Ekologis, teori Perilaku dan Sosial Kognitif,  dan teori Kognitif Sosio-budaya Vygotsky.

Teori Vygosky dan teori Kognitif Sosial dalam hal- selain mementingkan proses-proses emosional juga mementingkan proses-proses kognitif tentunya.

Sedangkan teori lain yang mementingkan proses-proses kognitif saja yaitu teori Pemrosesan Informasi dan teori Piaget.

Untuk penjelasan masing-masing teori silahkan klik link yang ada di atas!